Narasumber Jumat Literasi BRMP DIY: Strategi Pertanian Cerdas Iklim Hadapi Kemarau 2026
Dalam pemaparannya, Rima menjelaskan kondisi iklim dan prediksi musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dari kondisi normal. Situasi tersebut menjadi tantangan bagi sektor pertanian, terutama dalam menjaga ketersediaan air, menentukan waktu tanam, serta mempertahankan produktivitas tanaman di tengah perubahan kondisi iklim.
Salah satu pendekatan yang disampaikan adalah penerapan Climate Smart Agriculture (CSA) atau pertanian cerdas iklim. Pendekatan ini mengintegrasikan berbagai strategi adaptasi dan mitigasi untuk meningkatkan ketahanan sistem pertanian terhadap perubahan iklim sekaligus mendukung keberlanjutan produksi.
Beberapa strategi yang dibahas meliputi percepatan tanam dengan menggunakan varietas unggul yang sesuai dengan kondisi iklim, penerapan irigasi hemat air seperti Alternate Wetting and Drying (AWD) atau irigasi berselang, pemupukan berimbang, serta pengelolaan lahan dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) secara terpadu.
Dalam materi tersebut, turut dibahas pemanfaatan varietas yang memiliki karakteristik toleran terhadap genangan, kekeringan, salinitas, serta berbagai cekaman lingkungan lainnya. Pemilihan varietas yang sesuai dengan kondisi agroklimat menjadi salah satu langkah penting dalam mengurangi risiko penurunan hasil akibat perubahan iklim.
Melalui kegiatan Jumat Literasi ini, BRMP Agroklimat turut memperkuat diseminasi informasi iklim dan teknologi adaptasi pertanian kepada para peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemanfaatan informasi iklim dan penerapan teknologi yang tepat dalam mendukung pengambilan keputusan di sektor pertanian.
Kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antarlembaga melalui kegiatan literasi menjadi bagian dari upaya mendorong terwujudnya pertanian Indonesia yang lebih tangguh, produktif, dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika perubahan iklim.